Rabu, 12 Juli 2017

Perekonomian Indonesia Pada Masa Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi

Perekonomian Indonesia Pada Masa Orde Lama (1945-1966)
Orde Lama yang dipimpin oleh Presiden Soekarno. Berkuasa dari tahun 1945 sampai tahun 1966. pada saat orde lama, pemerintahan indonesia dibagi menjadi 3, sehingga kebijakan ekonomi yang diambil pun berbeda-beda. Diantaranya :

1. Pasca Kemerdekaan
Perekonomian indonesia sangat kacau mulai dari inflasi yang tidak terkendali ditambah kas negara yang kosong karena tidak adanya pajak dan bea masuk menjadi salah satu penyebabnya. Faktor- faktor penyebab kacaunya perekonomian Indonesia 1945-1950 adalah sebagai berikut :
  • Terjadi Inflasi yang sangat tinggi
  • Adanya Blokade ekonomi dari Belanda
  • Kekosongan kas Negara
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan ekonomi,antara lain :
1.      Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan IR.     Surachman pada bulan Juli 1946. Salah satunya ke provinsi terkaya saat itu yaitu aceh

2.       Upaya menembus blockade dengan diplomasi beras ke India (India merupakan Negara yang mengalami nasib yang sama dengan Indonesia yaitu sama-sama pernah dijajah, Indonesia menawarkan bantuan berupa padi sebanyak 500.000 ton dan India menyerahkan sejumlah obat-obatan kepada Indonesia),mengadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blockade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.

3.      Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.

4.      Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947
Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948, mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif.

5.      Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Dengan swasembada pangan, diharapkan perekonomian akan membaik (mengikuti Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan).


2. Masa Liberal
Permasalah ekonomi yang dihadai oleh bangsa Indonesia masih sama seperti sebelumnya. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi, antara lain :
1.      Program Benteng (Kabinet Natsir), yaitu upaya menumbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi serta memberikan kredit pada perusahaan-perusahaan pribumi agar nantinya dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional. Namun usaha ini gagal, karena sifat pengusaha pribumi yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi.
Pada kabinet ini untuk pertama kalinya terumuskan suatu perencanaan pembangunan yang disebut Rencana Urgensi Perekonomian (RUP)

2.      Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi. (Kabinet Sukiman)

3.      Sistem ekonomi Ali (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo, yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi. Pengusaha non-pribumi diwajibkan memberikan latihan-latihan pada pengusaha pribumi, dan pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. Program ini tidak berjalan dengan baik, karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman, sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. (Kabinet ini sangat melindungi importer pribumi, sangat berkeinginan mengubah perekonomian dari struktur colonial menjadi nasional)

4.      Pembatalan sepihak atas hasil-hasil Konferensi Meja Bundar, termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut.(Kabinet Burhanuddin)

5.      Gunting Syarifuddin
Kebijakan gunting syarifuddin adalah pemotongan nilai uang. Tindakan keuangan ini dilakukan pada tanggal 20 maret 1950 dengan cara memotong semua uang memotong semua uang yang bernilai Rp. 2,50 keatas hingga nilainya tinggal setengahnya. Kebijakan keuangan ini dilakukan pada masa pemerintahan RIS oleh menteri keuangan pada waktu itu Syarifuddin Prawiranegara.

6.      Rencana Pembangunan Lima tahun (RPLT)
Pada masa kabinet Ali Sastroamijoyo II, pemerintah membentuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang disebut Biro Perancang Negara. Ir. Djuanda diangkat sebagai menteri perancang nasional. Pada bulan Mei 1956, Biro ini berhasil menyusun Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) yang rencananya akan dilaksanakan antara tahun 1956-1961. Rencana Undang-Undang tentang rencana Pembangunan ini disetujui oleh DPR pada tanggal 11 November 1958. Pembiayaab RPLT ini diperkirakan mencapai Rp. 12,5 miliar.

3. Masa Demokrasi Terpimpin
Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959, maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). Dengan sistem ini, diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik,dan ekonomi. Akan tetapi, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia, antara lain :
1.        Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut :Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50, uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100, dan semua simpanan di bank yang melebihi 25.000 dibekukan.

2.        Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%.
3.        Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama, tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi.


Perekonomian Indonesia Pada Masa Orde Baru (1966 – 1998)

Struktur perekonomian Indonesia pada tahun 1950-1965 dalam keadaan kritis. Pada masa Demokrasi Terpimpin, negara bersama aparat ekonominya mendominasi seluruh kegiatan ekonomi sehingga mematikan potensi dan kreasi unit-unit ekonomi swasta. Sehingga, pada permulaan Orde Baru program pemerintah berorientasi pada usaha penyelamatan ekonomi nasional terutama pada usaha mengendalikan tingkat inflasi, penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. 
Tindakan pemerintah ini dilakukan karena adanya kenaikan harga pada awal tahun 1966 yang menunjukkan tingkat inflasi kurang lebih 650 % setahun. Secara garis besar, upaya pemulihan struktur perekonomian dan pembangunan pada masa orde baru, pemerintah menempuh cara sebagai berikut :
1)       Stabilisasi dan Rehabilitasi Ekonomi. Yang dimaksud dengan stabilisasi ekonomi berarti mengendalikan inflasi agar harga barang-barang tidak melonjak terus. Dan rehabilitasi ekonomi adalah perbaikan secara fisik sarana dan prasarana ekonomi. Hakikat dari kebijakan ini adalah pembinaan sistem ekonomi berencana yang menjamin berlangsungnya demokrasi ekonomi ke arah terwujudnya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.
2)       Kerja Sama Luar Negeri 
3)       Pembangunan Nasional 

Tujuan Pembangunan nasional adalah menciptakan masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pelaksanaannya pembangunan nasional dilakukan secara bertahap yaitu :
·         Jangka panjang mencakup periode 25 sampai 30 tahun
·         Jangka pendek mencakup periode 5 tahun (Pelita/Pembangunan Lima Tahun), merupakan jabaran lebih rinci dari pembangunan jangka panjang sehingga tiap pelita akan selalu saling berkaitan/berkesinambungan.
    Pelaksanaan Pembangunan Nasional yang dilaksanakan pemerintah Orde Baru berpedoman pada Trilogi Pembangunan dan Delapan jalur Pemerataan.
Isi Trilogi Pembangunan adalah :     Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

•    Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
•    Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi
•    Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.
Selama masa Orde Baru terdapat 6 Pelita, yaitu :
1)    Pelita I (1 April 1969 hingga 31 Maret 1974)
·  Menitik beratkan pada sektor pertanian dan industri yang mendukung sektor pertanian. 
·  Tujuannya adalah untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya dengan sasaran dalam bidang Pangan, Sandang, Perbaikan prasarana, perumahan rakyat, perluasan lapangan kerja, dan kesejahteraan rohani.

2)    Pelita II  (1 April 1974 hingga 31 Maret 1979.) 
·  Menitik beratkan pada sektor pertanian dengan meningkatkan insdutri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku. 
·  Sasaran utamanya adalah tersedianya pangan, sandang,perumahan, sarana dan prasarana, mensejahterakan rakyat dan memperluas kesempatan kerja.
·  Pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 7% per tahun. Pada awal pemerintahan Orde Baru laju inflasi mencapai 60% dan pada akhir Pelita I laju inflasi turun menjadi 47%. Selanjutnya pada tahun keempat Pelita II, inflasi turun menjadi 9,5%.

3)    Pelita III (1 April 1979 hingga 31 Maret 1984.) 
·  Menitikberatkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi. 

4)      Pelita IV (1 April 1984 hingga 31 Maret 1989.) 
·  Titik beratnya adalah sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri. 
·  Terjadi resesi pada awal tahun 1980 yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal sehingga kelangsungan pembangunan ekonomi dapat dipertahankan. 

5)    Pelita V (1 April 1989 hingga 31 Maret 1994.)
·  Titik beratnya pada sektor pertanian dan industri.
·  Indonesia memiki kondisi ekonomi yang cukup baik dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,8 % per tahun. 
6).   Pelita VI (1 April 1994 hingga 31 Maret 1999.) 
·  Titik beratnya masih pada pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. 
·  Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak utama pembangunan. Pembangunan nasional Indonesia dari pelita ke pelita berikutnya terus mengalami peningkatan keberhasilan pembangunan. 
·  Pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian menyebabkan rezim Orde Baru runtuh.


Perekonomian Indonesia Pada Masa Reformasi (1988-Sekarang)

1. Presiden B.J Habibie
Pada  tanggal 14 dan 15 Mei 1997, nilai tukar baht Thailand terhadap dolar AS mengalami suatu goncangan hebat akibat para investor asing mengambil keputusan ‘jual’ karena mereka para investor asing tidak percaya lagi terhadap prospek perekonomian negara tersebut, paling tidak untuk jangka pendek. Pemerintan Thailand meminta bantuan IMF. Pengumuman itu mendepresiasikan nilai baht sekitar 15% hingga 20% hingga mencapai nilai terendah, yakni 28,20 baht per dolar AS.
Apa yang terjadi di Thailand akhirnya merebet ke Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya. Rupiah Indonesia mulai merendah sekitar pada bulan Juli 1997, dari Rp 2.500 menjadi Rp 2.950 per dolar AS. Nilai rupiah dalam dolar mulai tertekan terus dan pada tanggal 13 Agustus 1997 rupiah mencapai rekor terendah, yakni Rp 2.682 per dolar AS sebelum akhirnya ditutup Rp 2.655 per dolar AS. Pada tahun 1998, antara bulan Januaru-Februari sempat menembus Rp 11.000 per dolar AS dan pada bulan Maret nilai rupiah mencapai Rp 10.550 untuk satu dolar AS. Yang dilakukan Habibie untuk perekonomian Indonesia:
·       Merekapitulasi perbankan dan menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih mengurusi perekonimian.
·       Melikuidasi beberapa bank bermasalah
·       Menaikkan nilai tukar rupiah
·       Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang diisyaratkan IMF

2. Presiden Abdurrahman Wahid

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kondisi perekonomian Indonesia mulai mengarah pada perbaikan, di antaranya pertumbuhan PDB yang mulai positif, laju inflasi dan tingkat suku bunga yang rendah, sehingga kondisi moneter dalam negeri juga sudah mulai stabil.
Hubungan pemerintah dibawah pimpinan Abdurahman Wahid dengan IMF juga kurang baik, yang dikarenakan masalah, seperti Amandemen UU No.23 tahun 1999 mengenai bank Indonesia, penerapan otonomi daerah (kebebasan daerah untuk pinjam uang dari luar negeri) dan revisi APBN 2001 yang terus tertunda.
      Politik dan sosial yang tidak stabil semakin parah yang membuat investor asing menjadi enggan untuk menanamkan modal di Indonesia.
      Makin rumitnya persoalan ekonomi ditandai lagi dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung negatif, bahkan merosot hingga 300 poin, dikarenakan lebih banyaknya kegiatan penjualan daripada kegiatan pembelian dalam perdagangan saham di dalam negeri.
      Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid pun, belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan. Padahal, ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan orde baru harus dihadapi, antara lain masalah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), pemulihan ekonomi, kinerja BUMN, pengendalian inflasi, dan mempertahankan kurs rupiah. Malah presiden terlibat skandal Bruneigate yang menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat.

3. Presiden Megawati Soekarnoputri
       Kebijakan-kebijakan yang ditempuh untuk mengatasi persoalan-persoalan ekonomi antara lain:
1.  Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5,8 milyar pada pertemuan Paris Club ke-3 dan mengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 116.3 triliun.
2.  Kebijakan privatisasi BUMN. Privatisasi adalah menjual perusahaan negara di dalam periode krisis dengan tujuan melindungi perusahaan negara dari intervensi kekuatan-kekuatan politik dan mengurangi beban negara. Hasil penjualan itu berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,1 %. Namun kebijakan ini memicu banyak kontroversi, karena BUMN yang diprivatisasi dijual ke perusahaan asing.
3.  Di masa ini juga direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia, dan mengganggu jalannya pembangunan nasional.

 4. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
    Pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kebijakan yang dilakukan adalah mengurangi subsidi Negara Indonesia atau menaikkan harga Bahan Bahan Minyak (BBM), kebijakan bantuan langsung tunai kepada rakyat miskin akan tetapi bantuan tersebut di berhentikan sampai pada tangan rakyat atau masyarakat yang membutuhkan, kebijakan menyalurkan bantuan dana BOS kepada sarana pendidikan yang ada di Negara Indonesia. Akan tetapi pada pemerintahan SBY dalam perekonomian Indonesia terdapat masalah dalam kasus bank century yang sampai saat ini belum terselesaikan bahkan sampai mengeluarkan biaya 93 miliar untuk menyelesaikan kasus bank century ini.        Kondisi perekonomian pada masa pemerintahan SBY mengalami perkembangan yang sangat baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh pesat di tahun 2010 seiring pemulihan ekonomi dunia pasca krisis global yang terjadi sepanjang 2008 hingga 2009.Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,5-6 persen pada 2010 dan meningkat menjadi 6 - 6,5 persen pada 2011. Dengan demikian, prospek ekonomi Indonesia akan lebih baik dari perkiraan semula.        Sementara itu, pemulihan ekonomi global berdampak positif terhadap perkembangan sektor eksternal perekonomian Indonesia. Kinerja ekspor nonmigas Indonesia yang pada triwulan IV - 2009 mencatat pertumbuhan cukup tinggi yakni mencapai sekitar 17 persen dan masih berlanjut pada Januari 2010. Salah satu penyebab utama kesuksesan perekonomian Indonesia adalah efektifnya kebijakan pemerintah yang berfokus pada disiplin fiskal yang tinggi dan pengurangan utang negara. Masalah-masalah besar lain pun masih tetap ada. Pertama, pertumbuhan makro ekonomi yang pesat belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara menyeluruh. Walaupun Jakarta identik dengan vitalitas ekonominya yang tinggi dan kota-kota besar lain di Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat, masih banyak warga Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan.


Kamis, 20 April 2017

MENANGGAPI TARGET PEMERINTAH TENTANG PERTUMBUHAN EKONOMI 2018

Target Pemerintah Tentang Pertumbuhan Ekonomi Sebesar 5,6%

Pemerintah menargetkan bahwa pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6% akan berlangsung lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. karena pemerintah melakukan penghematan anggaran semata-mata untuk tujuan efektifitas biaya. Dimana pemerintah menggunakan anggaran yang ada untuk menghasilkan sesuatu yang lebih banyak.
Menurut orang nomor dua di Indonesia tersebut, anggaran tak bisa dihemat, karena setelah pemerintah menganggarkan, maka itu harus dibelanjakan secara efektif dan tepa sasaran.
"Jadi, kalau uang yang ada bisa membuat jalan 1000km kenapa harus dibikin 700km?" tutur orang nomor dua di Indonesia.

Menurut saya, Target pemerintah tentang pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6% tidak bisa terpenuhi karena ada penegasan bahwa 'anggaran tidak bisa dihemat karena setelah pemerintah menganggarkan, maka itu harus dibelanjakan secara efektif dan tepat sasaran'. Ada baiknya dari seluruh pemasukan bisa disimpan sebagai tabungan negara, bila suatu waktu pemerintah membutuhkan biaya lebih bisa dipergunakan tanpa harus menunggu hasil dari perputaran uang hasil dari penghematan efektifitas biaya.

Rabu, 15 Maret 2017

Sistem Perekonomian Indonesia

Definisi Sistem Perekonomian

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sist
em ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.

Faktor-faktor Sistem Ekonomi
Sistem Ekonomi dalam suatu negara dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal.
Faktor internal yang membedakan sistem ekonomi suatu negara dengan negara lainnya antara lain :
  1. Ideologi negara
  2. Sistem politik
  3. Sistem pemerintahan
  4. Lembaga-lembaga sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat negara tersebut.
  5. Faktor eksternal yang mempengaruhi sistem ekonomi antara lain :
  6. Sistem ekonomi yang dianut suatu negara
  7. Sosial budaya luar negeri
  8. Politik dunia internasional


Jenis-jenis Sistem Ekonomi


a ) Sistem Ekonomi Tradisional

Pada sistem ekonomi tradisional orang bekerja semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pokok. Tujuan utamanya adalah mempertahankan tradisi yang terjadi turun menurun. Ciri-ciri :

  •     Teknologi masih sederhana
  •     Kegiatan usaha ditunjukkan untuk memenuhi kebutuhan pokok
  •     Kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi dilakukan sesuai kebiasaan
  •     Masih memakai sistem barter

b ) Sistem Ekonomi Liberal-Kapitalis
Sistem ekonomi liberal-kapitalis adalah suatu sistem yang memberikan kebebasan yang besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi kepentingan individual atau sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor produksi.

Secara garis besar, ciri-ciri ekonomi liberal kapitalis adalah sebagai berikut :
  •     Adanya pengakuan yang luas terhadap hak pribadi
  •     Praktek perekonomian di atur menurut mekanisme pasar
  •     Praktek perekonomian digerakan oleh motif keuntungan (profile motife)

c ) Sistem Ekonomi Sosialis-Komunistis
Dalam sistem ekonomi sosialis-komunistis adalah kebalikannya, dimana sumber daya ekonomi atau faktor produksi dikuasai sebagai milik negara. Suatu negara yang menganut sistem ekonomi sosialis-komunis, menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan memajukan perekonomian.

Dalam sistem ini yang menonjol adalah kebersamaan, dimana semua alat produksi adalah milik bersama (negara) dan didistribusikan untuk kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Sistem Ekonomi Campuran (mixed ekonomi)


Sistem ekonomi campuran ini adalah merupakan kombinasi ‘logis’ dari ketidaksempurnaan kedua sistem ekonomi diatas. Selain resesi dunia tahun 1930-an telah menjadi bukti ketidak sanggupan sistem liberalis, lengah gorbachev dan bubarnya kelompok negara-negara komunis, menjadi bukti pula kerapuhan sistem etatisme.

Sistem campuran mencoba mengkombinasikan kebaikan dari kedua sistem tersebut, diantaranya menyarankan perlunya campur tangan pemerintah secara aktif dalam kebebasan pihak swasta dalam melaksanakan kegiatan ekonominya. Dengan keinginan sperti ini, banyak negara kemudian memilih sistem ekonomi capuran ini.


Sejarah Perkembangan Sistem Ekonomi di Indonesia

1950-1959: Sistem Ekonomi liberal (masa demokrasi liberal)
  • 1959-1966: Sistem Ekonomi Etatisme(masa demokrasi terpimpin)
  • 1966-1998: Sistem Ekonomi pancasila (Demokrasi Ekonomi)
  • 1998-sekarang :Sistem Ekonomi pancasila(demokrasi Ekonomi)

Ciri-Ciri Positif Sistem Ekonomi Demokrasi

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
  4. Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan untuk permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijakan ada pada lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula.
  5. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  6. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
  7. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
  8. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.


Ciri-Ciri Negatif hal-hal yang harus dihindarkan.

  1. Sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain
  2. Sistem etatisme; Negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
  3. Monopoli; Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok yang merugikan masyarakat

Sistem Ekonomi Kerakyatan

Masyarakat memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah enciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kerakyatan


  1. Bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat.
  2. Memerhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup.
  3. Mampu mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
  4. Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja.
  5. Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.
  6. Pelaku Ekonomi Dalam Sistem Ekonomi Indonesia
  7. Badan usaha milik negara (BUMN)
  8. Badan Usaha yang modalnya sebagian besar atau seluruhnya dari negara

Sumber : 



Kamis, 19 Januari 2017

Tips Berbelanja Online yang Baik dan Aman

1. Cari Tahu Terlebih Dahulu Reputasi Toko Online Tersebut
Di beberapa platform toko online alias E-commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak, kita bisa dengan mudah mencari penjual yang memiliki reputasi yang baik dan sudah menjual banyak barang atau tidak. Tapi kalau di platform yang berbeda terkadang kita sulit membedakan toko online yang terpercaya atau tidak. Tapi kami ada cara-cara tersendiri untuk mengetahui toko online yang aman untuk berbelanja online, cara pertama cek kontak penjual apakah nomer yang tertera disitus benar-benar valid atau tidak dan juga cek lokasi penjual, cara kedua kunjungi situs Police Online dan ketik url toko online yang sobat inginkan dan disitu bisa terlihat lebih jelas apakah toko online tersebu memiliki reputasi yang bagus atau tidak. Selanjutnya cek apakah sudah banyak orang yang membeli disitu dengan cara lihat testimoni.
2. Baca Deskripsi Produk Yang Akan Dibeli
Sebelum membeli cek kondisi produk lewat deskripsi, pengalaman kami kalau membeli Smartphone lewat toko online biasanya kami terlebih dahulu bandingkan spesifikasi produk yang tertera di lapak penjual dengan spesifikasi resmi yang tertera disitus resmi Smartphone yang akan kami beli. Contohnya kami membeli Samsung Galaxy J5, maka kami akan mengunjungi situs Samsung Indonesia atau melihat informasi spesifikasi yang akurat lewat situs detekno.com.
Selanjutnya cek juga apakah kondisi barang yang dijual baru atau bekas, jika bekas tayakan apa minusnya produk tersebut dan sudah berapa lama ia memegang barang tersebut. Khusus untuk Smartphone yang saat ini sulit membandingkan Smartphone asli atau palsu, sobat bisa mencari referensi terlebih dahulu tentang ciri-ciri Smartphone Palsu. Yang jelas ciri Smartphone palsu yang bisa kita lihat dengan mudah adalah harga Smartphone tersebut sangat murah dibandingkan dengan toko lainnya.
3. Bandingkan Harga Barang Dengan Toko Online Lainnya
Tips berbelanja online yang ketiga yang juga tidak kalah pentingnya adalah cek harga barang di semua toko online yang sudah masuk ke daftar situs toko online terpercaya kita. Karena tidak semua penjual online menjual barang dengan harga murah dari harga di toko-toko biasa. Oleh sebab itu tips ini juga sangat perlu diperhatikan karena tujuan kita berbelanja online adalah mendapatkan harga yang lebih murah dan bisa mendapatkan barang yang sesuai dengan keinginan kita.
4. Lebih Aman Berbelanja Di Toko Online Dengan Awalan URL Https
Mungkin untuk sebagian orang awam belum tahu faktor ini sangatlah penting. Karena alamat situs yang memiliki Https ini sudah memiliki tingkat kevalidan yang lebih baik ketimbang alamat situs yang belum ada Https. Karena saat kita melakukan pengisian data pribadi, nomer rekening bank atau kartu kredit jika lewat situs yang memiliki Https informasi yang kita masukkan akan dienkripsi dan hasilnya data yang kita masukkan akan aman.
5. Pilih Pembayaran Yang Aman
Kemudahan berbelanja online kini semakin nyaman dan aman berkat banyaknya toko online yang mendukung beragam metode pembayaran. Sobat deteknokers yang tidak memiliki rekening bank pun saat ini sudah bisa membeli barang lewat online dengan membayar lewat supermarket salah satunya Indomaret. Dan pengalaman kami saat berbelanja online, kami selalu memakai rekening bank dengan fasilitas keamanan yang lebih tinggi dan juga cepat untuk dikonfirmasi. Selain itu pembayaran lewat bank juga memiliki bukti yang kuat dan bisa digunakan jikalau terjadi sesuatu.
6. Mintalah Packing Kayu dan Asuransi
Hal ini penting untuk dilakukan apalagi jika sobat deteknokers membeli barang yang bernilai diatas puluhan juta rupiah. Tidak usah berpikir soal tambahan biaya saat menggunakan fasilitas packing kayu atau asuransi, karena dengan packing kayu dan asuransi barang yang kita beli akan aman saat dikirimkan maupun saat kita terima. Dan jika terjadi sesuatu kita sudah memiliki jaminan dari Asuransi dan juga garansi dari penjual.
7. Cari Penjual Yang Bisa Memberikan Garansi
Penjual yang sudah memiliki reputasi bagus dan sudah menjual banyak barang juga belum tentu akan memberikan pelayanan yang baik. Untuk antisipasi hal tersebut, sobat deteknokers melakukan konfirmasi apakah penjual bisa memberikan garansi atau tidak. Biasanya di belanja online ada barang yang diberi garansi personal yang ini artinya barang jika terjadi kerusakan akan diperbaiki langsung oleh penjual.
Ada juga garansi internasional yang mana garansi tersebut hanya bisa diclaim diluar negri yang mendukung garansi produk yang akan kita beli, garansi distributor ini adalah garansi yang sering kami dapatkan ketika membeli produk Xiaomi atau Smartphone lainnya yang belum resmi masuk ke Indonesia. Pengalaman kami dengan garansi distributor sejauh ini tidak pernah ada masalah, paling ROM pada Smartphone sudah dioprek dan ini bisa diperbaiki dengan mem Flash HP yang kita beli. Garansi Resmi, garansi inilah yang paling kami rekomendasikan saat sobat membeli barang lewat online karena jika terjadi kerusakan sobat deteknokers bisa meng claimnya sendiri dan tentu lebih cepat dari proses claim garansi lainnya.
8. Cari Penjual Yang Berlokasi Dekat Dengan Daerah Sobat
Terlihat tidak penting namun nyatanya tips berbelanja online yang satu ini sangat penting. Dengan kita mengetahui lokasi penjual kita bisa mendapatkan barang yang kita inginkan lebih cepat. Salah satunya adalah jika sobat deteknokers yang berlokasi di Jakarta dan kebetulan lokasi penjual juga berlokasi di Jakarta juga, maka sobat bisa mendapatkan barang lebih cepat melalui pengiriman Go Jek atau pengiriman lainnya. Berbeda halnya jika sobat berlokasi di Banyumas. Jawa Tengah lalu lokasi penjual di Medan, Sumatra maka barang yang akan kita beli akan lebih lama sampainya dan resiko barang rusak lebih tinggi apalagi jika sobat tidak menggunakan packing kayu dan fasilitas asuransi.
9. Cek Nama dan Nomer Rekening Bank Apakah Sesuai Atau Tidak
Sebelum melakukan transaksi pengiriman uang, biasakan sobat deteknokers cek nama lengkap dan nomer rekening penjual apakah sesuai dengan yang di website atau tidak. Selain mengantisipasi penipuan, tips berbelanja online ini juga agar sobat deteknokers tidak salah dalam mengirim uang. Dan pastikan juga jumlah uang yang dikirimkan apakah pas atau tidak
10. Cek Lebih Detail Barang Yang Sudah Diterima
Setelah barang sampai dirumah, sobat harus mengecek kondisi barang yang diterima apakah sesuai atau tidak. Cek semua bagian, pengalaman kami saat berbelanja Smartphone lewat Online kami selalu pastikan kondisi barang terlebih dahulu sebelum memberikan testimoni kepada penjual. Pertama yang kami cek apakah kardus pembungkus Smartphone tersebut penyok atau tidak, casing lecet atau tidak, lalu barang asli atau tidak dan terakhir cek spesifikasi Smartphone apakah sesuai dengan spek resminya atau tidak dan cek kondisi layar apakah ada dead pixel atau tidak.
11. Selalu Simpan Struk Pembayaran atau Invoice
Tips Berbelanja online yang aman dan benar lainnya adalah selalu simpan bukti pembayaran. Kalau penjual tidak menyertakan struk dalam bungkus pengiriman maka sobat bisa melakukan screenshoot atau foto Invoice pembayaran di menu pesanan atau history pesanan sobat. Pastikan struk tersebut disimpan sampai masa garansi habis hal ini untuk antisipasi jika terjadi sesuatu.
12. Pilihlah Situs E-Commerce yang Menawarkan Fasilitas Rekening Bersama
Untuk lebih aman dalam berbelanja online, sobat deteknokers disarankan untuk memilih situs toko online atau Platform E-Commerce yang memiliki fasilitas rekening bersama atau Escrow. Dengan fasilitas ini uang yang sobat kirimkan kepada penjual akan disimpan terlebih dahulu oleh pihak kedua sehingga aman, karena jika barang yang dibeli tidak sesuai atau tidak kunjung dikirimkan maka uang sobat yang tadi dikirim akan dikembalikan oleh pihak kedua dengan utuh. Platform E-Commerce yang memiliki fasilitas ini diantaranya adalah Tokopedia dan Bukalapak.

Sumber: https://www.detekno.com/tips-berbelanja-online/

Mengenal Perdagangan Elektronik (E-Commerce)

1. Pengertian E-Commerce
Perdagangan elektronik (bahasa Inggris: electronic commerce atau e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), pemasaran elektronik (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll. 
E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekadar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

2. Jenis-jenis E-Commerce
Kegiatan E-Commerce mencakup banyak hal, untuk membedakannya E-Commerce dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya:
1. Business to Business, karakteristiknya:
• Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.
• Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama.
• Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data.
• Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

2. Business to Consumer, karakteristiknya:
• Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secra umum pula.
• Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.
• Servis yang digunakan berdasarkan permintaan.
• Sering dilakukan sistim pendekatan client-server

3. Tujuan Menggunakan E-Commerce
Tujuan suatu perusahaan menggunakan sistim E-Commerce adalah dengan menggunakan E-Commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam meningkatkan keuntungannya

4. Dampak Positif dan Negatif E-Commerce
Dampak positifnya, yaitu :
1. Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih
menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
2. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
3. Menurunkan biaya operasional(operating cost).
4. Melebarkan jangkauan (global reach).
5. Meningkatkan customer loyality.
6. Meningkatkan supplier management.
7. Memperpendek waktu produksi.
8. Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan).
Dampak negativenya, yaitu :
1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. 
2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. 
3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan.
4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. 
5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. 
6. Kerugian yang tidak terduga. 

5. E-Commerce yang ada di Indonesia
    BukaLapak 
    
     Bukalapak merupakan salah satu pasar online (online marketplace) terkemuka di Indonesia (biasa dikenal juga dengan jaringan toko online) yang dimiliki dan dijalankan oleh PT. Bukalapak. Seperti halnya situs layanan jual – beli online dengan model bisnis consumer to consumer (C2C ), Bukalapak menyediakan sarana penjualan dari konsumen-ke-konsumen di mana pun. Siapa pun bisa membuka toko online untuk kemudian melayani calon pembeli dari seluruh Indonesia baik satuan ataupun dalam jumlah banyak. Pengguna perorangan ataupun perusahaan dapat membeli dan menjual produk, baik baru maupun bekas, seperti sepeda, ponsel, perlengkapan bayi, gadget, aksesoris gadget, komputer, tablet, perlengkapan rumah tangga, busana, elektronik, dan lain-lain.

      Lazada Indonesia
      

   Lazada Indonesia adalah pusat belanja online yang menawarkan berbagai macam jenis produk mulai dari elektronik, buku, mainan anak dan perlengkapan bayi, alat kesehatan dan produk kecantikan, peralatan rumah tangga, dan perlengkapan traveling dan olah raga. LAZADA Indonesia didirikan pada tahun 2012 dan merupakan salah satu cabang dari jaringan retail online LAZADA di Asia Tenggara. Grup LAZADA International di Asia Tenggara terdiri dari LAZADA_Indonesia, LAZADA Malaysia, LAZADA Vietnam, LAZADA Thailand, LAZADA Filipina. Jaringan LAZADA, Asia Tenggara merupakan cabang anak perusahaan jaringan perusahaan internet Jerman Rocket Internet. Rocket Internet merupakan perusahaan online incubator yang sukses menciptakan perusahaan-perusahaan online inovatif di berbagai belahan dunia. Berkantor pusat di Berlin, Jerman, proyek yang dimiliki Rocket Internet antara lain Zalando, TopTarif, eDarling, Groupon (sebelumnya CityDeal), dll.

     Elevenia
   Elevenia adalah situs belanja online dengan konsep open marketplace nomor 1 di Indonesia beroprasi dibawah naungan PT XL Planet yang memberikan kemudahan dan keamanan berbelanja. Situs ini menawarkan berbagai macam produk untuk pecinta belanja online. Hingga hari ini, tercatat bahwa elevenia menawarkan lebih dari 2 juta produk dari 16.000 seller yang terbagi dalam 8 kategori antara lain: fashion, beauty/health, babies/kids, home/garden, gadget/komputer, elektronik, sports/hobby, service/food.
Pada bulan Februari 2015, elevenia telah berhasil menambah seller hingga lebih dari 23,000 seller dan live listing 2 juta produk. Dalam satu tahun, elevenia juga berhasil menggapai 1 Juta pengguna dan mengirim lebih dari 400,000 ribu produk. Selain itu, mereka juga mampu meraih pendapatan sebesar 250 Milyar Rupiah pada tahun 2014. Dalam tahun kedua mereka, elevenia mentargetkan untuk bisa mencapai penghasilan sebesar Rp. 1,1 Trilyun.
   TokoPedia
   Tokopedia.com merupakan salah satu mal online di Indonesia yang mengusung model bisnis marketplace. Sejak diluncurkan hingga akhir 2015, layanan dasar Tokopedia bisa digunakan oleh semua orang secara gratis. Dengan visi untuk “Membangun Indonesia yang Lebih Baik Lewat Internet”, Tokopedia memiliki program untuk mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan perorangan untuk mengembangkan usaha mereka dengan memasarkan produk secara online. Tokopedia berhasil menjadi salah satu perusahaan internet Indonesia dengan pertumbuhan yang sangat pesat. Tokopedia juga berhasil mencetak sejarah sebagai perusahaan teknologi pertama di Asia Tenggara, yang menerima investasi sebesar USD 100 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun dari Sequoia Capital dan SoftBank Internet and Media Inc.
Zalora Indonesia
ZALORA Indonesia adalah situs web belanja yang menyediakan kebutuhan mode pakaian yang terdiri dari produk berbagai merek, baik lokal maupun internasional. Pelanggan yang berbelanja melalui situs ini tidak dikenakan biaya pengiriman ke seluruh Indonesia dan garansi pengembalian barang jika pelanggan merasa tidak puas atas produk yang diterimanya. Zalora Indonesia yang didirikan pada tahun 2012 oleh Catherine Sutjahyo merupakan bagian dari Zalora Grup di Asia yang terdiri dari Zalora Singapura, Zalora Malaysia, Zalora Vietnam, Zalora Taiwan, Zalora Thailand dan Zalora Filipina. Zalora merupakan anak perusahaan dari situs belanja online Zalando. Zalando merupakan proyek dari Rocket Internet seperti toko online Lazada. Di Indonesia Zalora berada di bawah naungan dan dikelola oleh PT Fashion Eservices Indonesia.masih banyak lagi e-commerce yang lainnya.

Sumber: