Jumat, 11 November 2016

Corporate Social Responsibility (CSR)


  • Pengertian CSR
Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya). perusahaan adalah memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Oleh karena itu, CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", yakni suatu organisasi, terutama perusahaan, dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek ekonomi, misalnya tingkat keuntungan atau deviden, tetapi juga harus menimbang dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang. Dengan pengertian tersebut, CSR dapat dikatakan sebagai kontribusi perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan dengan cara manajemen dampak (minimisasi dampak negatif dan maksimisasi dampak positif) terhadap seluruh pemangku kepentingannya.

  • Regulasi CSR
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dalam Undang-Undang  RI No. 40 Tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007 yang tercantum dalam bab V pasal 74. Dalam pasal 74 di sebutkan sebagai berikut :1. Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan / atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.Ketentuan ini bertujuan untuk tetap menciptakan hubungan Perseroan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat.
Yang dimaksud dengan “Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang sumber daya alam” adalah Perseroan yang kegiatan usahanya mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam.
Yang dimaksud dengan “Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya yang berkaitan dengan sumber daya alam” adalah Perseroan yang tidak mengelola dan tidak memanfaatkan sumber daya alam, tetapi kegiatan usahanya berdampak pada fungsi kemampuan sumber daya alam.
2. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)merupakan kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biayaPerseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.
3. Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
    Yang dimaksud dengan “dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan” adalah dikenai segala bentuk sanksi yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang terkait.
    4. Ketentuan lebih lanjut mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan diatur dengan Peraturan Pemerintah.
      Sedangkan pengaturan di dalam UU PM, yaitu di dalam Pasal 15 huruf b adalah sebagai berikut:
      “Setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan.”
      Kemudian di dalam Pasal 16 huruf d UU PM disebutkan sebagai berikut:
      “Setiap penanam modal bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan hidup.”
      • Alasan Perusahaan menerapkan  CSR
      1. Moralitas : Perusahaan harus bertanggung jawab kepada banyak pihak yang berkepentingan terutama terkait dengan nilai-nilai moral dan keagamaan yang dianggap baik oleh masyarakat. Hal tersebut bersifat tanpa mengharapkan balas jasa.
      2. Pemurnian Kepentingan Sendiri : Perusahaan harus bertanggung jawab terhadap pihak-pihak yang berkepentingan karena pertimbangan kompensasi. Perusahaan berharap akan dihargai karena tindakan tanggung jawab mereka baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
      3. Teori Investasi : Perusahaan harus bertanggung jawab terhadap stakeholder karena tindakan yang dilakukan akan  mencerminkan kinerja keuangan perusahaan.
      4. Mempertahankan otonomi : Perusahaan harus bertanggung jawab terhadap stakeholder untuk menghindari campur tangan kelompok-kelompok yang ada didalam lingkungan kerja dalam pengambilan keputusan manajemen
      • Manfaat CSR
      1. Manfaat bagi PerusahaanTanggung jawab sosial perusahaan tentunya akan menimbulkan citra positif perusahaan di mata masyarakat dan pemerintah.
      2. Manfaat bagi MasyarakatSelain kepentingan masyarakat terakomodasi, hubungan masyarakat dengan perusahaan akan lebih erat dalam situasi win-win solution.
      3. Manfaat bagi PemerintahDalam hal ini pemerintah merasa memiliki partner dalam menjalankan misi sosial dari pemerintah dalam hal tanggung jawab sosial.
      • Contoh Program CSR 

      Pertamina Dan Lingkungan

      Program CSR Pertamina di bidang Lingkungan ditujukan sebagai komitmen manajemen dalam rangka tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan hidup dan pelestarian alam. Program CSR Bidang Lingkungan tahun 2009 mencakup sejumlah program antara lain:
      Green Planet

      Program penanaman pohon dan konservasi mangrove yang dilaksanakan melalui aksi langsung penanaman, pembagian bibit pohon kepada warga dalam sejumlah kegiatan masyarakat dan kampanye lingkungan. Pada tahun 2009 telah didistribusikan sekitar 100.000 pohon, di Jakarta dan di wilayah-wilayah operasi Pertamina di Indonesia.Pertamina menanam pohon-pohon tersebut di berbagai area, termasuk lahan kritis dan perkotaan. Jenis tanaman bervariasi, dari pohon produktif seperti mangga, rambutan, belimbing, juga mangroove dan pohon pelindung seperti akasia dan jati.

      Costal Clean Up

      Kegiatan CSR Lingkungan bersih-bersih pantai. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sejumlah aksi, antara lain bersih-bersih pantai, distribusi tempat sampah, edukasi pelestarian lingkungan dan penanaman pohon. Tahun 2009, Program Costal Clean Up dilaksanakan di Balikpapan, Balongan dan Cilacap.

      Green and Clean

      Dalam mendukung kebersihan dan paru-paru kota, tahun 2009 ini Pertamina juga melaksanakan rehabilitasi taman kota di Bandung dan pembagian 21 unit sepeda motor sampah di Kota Medan.

      Green Festival

      Langkah Pertamina untuk Selamatkan Bumi juga dilaksanakan melalui Green Festival 2009, suatu kegiatan tahunan yang mengangkat isu pemanasan global (global warming). Program ini bertujuan mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk melakukan aksi menyelamatkan bumi dari dampak pemanasan global. Dalam Green Festival 2009, terdapat lima green area, yaitu area listrik, sampah, kendaraan, air dan pohon. Di green area, pengunjung diperlihatkan apa saja yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan bumi dari dampak pemanasan global. Mulai dengan menghemat dan mengelola air sebagai sumber kehidupan, mengelola sampah dengan 5R (reused, reduce, recycle, rethink, replace), mengerti makna pohon dan fungsinya bagi kehidupan manusia, sampai bagaimana cara meminimalisasi polusi dengan menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan. Pada Green Festival 2009 juga diadakan green competition, yaitu, lomba yang mengasah pengetahuan seputar pemanasan global dan lingkungan secara umum yang diikuti oleh ratusan sekolah di Jakarta.

      Biopori

      Pada tahun 2009 Pertamina juga memberikan 12.300 unit Bor Biopori, di Jakarta, Jawa Tengah, DIY, dan Tangerang. Bor Biopori merupakan suatu alat untuk membuat lubang biopori, yang berguna untuk membantu percepatan resapan air dan penginvestasian air di dalam tanah. Dengan membuat lubang biopori di masing-masing rumah, cadangan air tanah akan bertambah karena luas resapan air diperbanyak. Lubang biopori juga berguna untuk penimbunan sampah organik sehingga membantu proses penyuburan tanah.

      Uji Emisi Gas Buang

      Perhatian terhadap kualitas udara yang lebih baik merupakan salah satu fokus Pertamina terhadap lingkungan. Untuk terus menginternalisasikan wawasan dan sikap pro lingkungan bagi stakeholders internal Pertamina, khususnya di lingkungan Kantor Pusat Pertamina, dan secara kongkrit menunjukkan sikap peduli lingkungan sekaligus patuh pada peraturan-peraturan lingkungan, Pertamina melaksanakan uji emisi gas buang kepada kendaraan yang berada di lingkungan kantor pusat Pertamina.

      Uji emisi gas buang ini mengacu Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 92 Tahun 2007 tentang Uji Emisi Kendaraan Bermotor, dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2008 tentang Baku Mutu Emisi Kendaraan Bermotor. Uji Emisi selama 3 hari menjangkau sedikitnya 700 kendaraan Perusahaan dan Pekerja Pertamina berbahan bakar bensin dan solar yang sehari-hari beroperasi di lingkungan Kantor Pusat Pertamina.

      Pertamina Green Act

      Pertamina Green Act merupakan sebuah kompetisi seni dan kreativitas bagi siswa SMA dan guru dengan gaya hidup hijau sebagai tema utama. Program ini bertujuan untuk menjadikan sekolah-sekolah terbaik untuk menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan.

      Tujuan umum dari program ini adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan ramah lingkungan dan kreativitas dalam rangka memecahkan masalah lingkungan yang ada dalam masyarakat. Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam program Green Act diantaranya adalah sosialisasi program, pelatihan, dan kompetisi 3R (reduce, reuse, recycle).

      Kerajinan Eceng Gondok

      Kerajinan Eceng Gondok ini merupakan salah satu bentuk kepedulian CSR Pertamina bidang Lingkungan yang bertujuan untuk mengurangi polutan air melalui budi daya tanaman eceng gondok. Program ini dilakukan di dekat daerah operasional Pertamina di Plaju, Palembang Sumatra.

      Fokus utamanya berupa pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal berupa sumber daya tanaman eceng gondok. Diharapkan agar tanaman eceng gondok yang sering dianggap sebagai gulma dapat diolah menjadi barang kerajinan yang bermanfaat. Melalui pelatihan yang diberikan diharapkan

      Rehabilitasi Hutan Mangrove

      Pertamina berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam menyelamatkan lingkungan terutama kawasan hutan mangrove di sekitar wilayah operasinya.

      Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berupa penanaman tanaman mangrove tetapi juga pemberdayaan masyarakat lokal mengenai manfaat tanaman mangrove dalam kehidupan. Sebagai contoh adalah dengan pemberdayaan masyarakat lokal mengenai budidaya kepiting di kawasan hutan mangrove yang kemudian dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat setempat.

      Pada tahun 2010, program ini menunjukkan perkembangan yang signifikan terutama pada tingkat hidup pohon mangrove dan kisah sukses peternakan kepiting di wilayah Cilacap. Pertamina berhasil menanam 147.000 pohon mangrove selama periode 2010-2011.

      Kamis, 10 November 2016

      Macam Macam Saham


      Saham merupakan sebuah bentuk kepemilikan atas suatu perusahaan yang berwujud dalam selembar kertas yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Pemegang kertas saham tersebut berarti memiliki hak atas kepemilikan dari suatu perusahaan, berapapun jumlahnya. Ada macam macam saham yang berbeda jika ditinjau dari beberapa sudut pandang. Masing masing jenis saham tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan.
      Dalam bukunya, Darmadji dan Fakhruddin (2001) menjelaskan bahwa jenis jenis saham terbagi menjadi beberapa macam, yang pertama adalah jenis saham ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim, kedua adalah jenis saham ditinjau dari cara peralihannya, dan yang ketiga adalah jenis saham ditinjau dari kinerja perdagangan.
      Berikut ini adalah penjelasan macam macam saham dari masing masing sudut pandang seperti yang dikemukakan oleh Darmadji dan Fakhruddin.
      1. Jenis saham ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim
      Jenis saham yang ditinjau dari segi ini terbagi ke dalam dua macam, yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Saham biasa merupakan saham yang dimiliki oleh pemilik sebenarnya dari suatu perusahaan, sehingga pemilik saham biasa harus menanggung segala risiko jika sampai terjadi likuidasi pada perusahaan.
      Pemilik saham biasa hanya akan mendapat dividen saat perusahaan tersebut mengalami keuntungan. Sedangkan saham preferen merupakan saham yang dipegang oleh seorang investor yang memiliki hak untuk tetap mendapatkan dividen dalam keadaan apapun, sehingga pemegang saham tidak akan mengalami banyak kerugian saat perusahaan dilikuidasi. Namun, pemegang saham preferen ini pun juga memiliki kewajiban untuk membayarkan tagihan terhadap aktiva dan pendapatan dengan prioritas yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemegang saham biasa.
      1. Jenis saham ditinjau dari cara peralihannya
      Jika ditinjau dari peralihannya maka jenis saham terbagi menjadi dua macam, yaitu saham atas unjuk (bearer stocks) dan saham atas nama (registered stocks). Saham atas unjuk merupakan lembar saham yang tidak menyantumkan nama pemiliknya, sehingga saham ini mudah untuk dipindah tangankan kepada orang lain. Pemegang atas lembar saham ini selalu diakui sebagai pemilik yang sah.
      Sedangkan saham atas nama merupakan kebalikan dari saham atas unjuk. Lembar saham ini memuat nama pemiliknya, sehingga untuk memindah tangankan kepada pihak lain perlu menggunakan prosedur tertentu.
      1. Jenis saham ditinjau dari kinerja perdagangan
      Jenis saham jika ditinjau dari hal ini terbagi menjadi tiga macam saham, yaitu blue-chip stocks, income stocks, dan growth stocks.
      Demikian penjelasan macam macam saham yang ditinjau dari beberapa sudut pandang sisi yang berbeda.

      Kamis, 06 Oktober 2016

      Materi Pengantar Bisnis

      Pengertian Bisnis

      Bisnis dalam pengertiannya adalah usaha atau perusahaan yang dimana si pelakunya ingin mendapat keuntungan seraca ekonomi. Bisnis lebih ditekankan kepada pelaku jual beli baik secara tunai maupun kredit, dengan strategi bisnis kita bisa melakukan riset pasar, meramal sebuah perusahaan atau lembaga bisnis lainya apakah akan mengalami kemajuan atau kemunduran (Dinamis) sesuai siklus ekonomi pasar.

      Faktor Perubahan Ekonomi

      Yang menjadi faktor perubahan ekonomi yaitu akibat :
      1. adanya era Globalisasi Pasar (Pasar Bebas)
      2. adanya era Teknologi (Informasi)
      Pengertian Globalisasi Pasar (Pasar Bebas) adalah dimana adanya kegiatan bisnis yang tidak mengenal batas wilayah, dampaknya ialah yang terkuatlah yang bertahan dan yang paling memiliki marketable value.

      Pengertian Teknologi (Informasi) adalah dimana adanya kegiatan bisnis tidak dilakukan secara langsung melainkan melalui media Informasi (IT) yaitu melalui iklan dan situs online. Sebagai contoh kita sering menjumpai situs-situs iklan maupun jual beli di internet, itu menandakan si pelaku bisnis sudah tidak perlu memiliki subuah toko atau galery yang cukup besar dan mewah karena sudah tergantikan dengan media online.

      Ada juga yang mempunyai toko atau galery yang besar dan mewah tapi masih tetap menggunakan media informasi, tujuannya adalah untuk menarik lebih banyak pengujung atau konsumen untuk membeli produknya, karena di era seperti ini semua kegiatan bisnis tidak bisa lepas dari media informasi salah satunya ialah teknologi informasi.

      Kesimpulan :
      Pelaku bisnis tidak boleh ketinggalan dalam hal teknologi untuk memasarkan produknya, maka dari itu sekarang sarana teknologi informasi semakin mudah untuk kita dapatkan dengan harga yang relatif terjangkau.

      Kita bisa beriklan dengan biaya yang murah dengan cara membagikan selebaran di setiap stopan jalan (traffic light) maupun di tempat-tempat wisata atau belanja yang banyak dikunjungi orang.

      Kita bisa beriklan bahkan langsung memasarkan produk yaitu melalui media internet, contoh : melalui domain web, facebook, twitter, blog, dll.

      Penomena Dampak Perubahan

      Penomena dampak perubahan adalah :

      1. Kekuasaan beralih ke konsumen;
      Akibat dari penomena ini produsen dituntut untuk lebih jeli dalam menentukan jenis atau model yang akan diproduksinya yaitu dengan cara melakukan riset pasar, korespondensi dan promosi quiz di tempat-tempat strategis (biasanya di mall) guna mendapatkan informasi mengenai produknya.

      2. Skala produksi besar tidak harus dilakukan;
      Dengan banyaknya produk serupa, maka produksi skala besar tidak mungkin dilakukan sehingga harus mencari cara agar produksinya bisa besar dan konsumen merasa puas yaitu dengan cara menjaga kualitas barang/produk yang baik, pesanan layanan antar (delivery service) dengan penawaran harga terjangkau/bersaing serta cara-cara lain yang dimaksudkan untuk menarik minat konsumen.

      3. Batasan wilayah negara bukan lagi kendala;
      Saat ini dinegara kita telah banyak aktifitas bisnis dari berbagai kalangan lintas negara, mereka berasal dari Cina, Malaysia, Singapura dll.

      4. Teknologi cepat ditiru;
      Saat ini teknologi begitu cepat untuk ditiru, contoh yang paling dominan adalah handphone/gadget dengan harga jual yang jauh lebih murah dari model pertama yang dikeluarkan oleh produsen besar.

      5. Setiap saat muncul pesaing;
      Secara tidak disadari dari hasil tiruan tersebut, pesaing-pesaing semakin banyak dan kalau tidak ditangani dengan cermat para produsen pelopor akan kalah bersaing.

      6. Meningkatnya sensitivitas pada konsumen.
      Diakibatkan dari kejadian diatas, otomatis akan menimbulkan berbagai pertimbangan bagi kalangan konsumen, mereka tentunya akan lebih selektif terhadap suatu produk atau barang yang akan mereka beli.

      Dampak Bagi Perusahaan
      Apa dampaknya bagi perusahaan/produsen bila hal-hal demikian terjadi?
      1. Perlu manganalisis pasar;
      2. Mengenali peluang pasar;
      3. Merumuskan strategi pemasaran;
      4. Mengembangkan taknik;
      5. Menyusun anggaran
      Semuanya untuk memenuhi harapan konsumen.

      Ilmu Ekonomi

      Definisi : Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya.
      Fokus utama : hubungan keinginan manusia dengan faktor-faktor produksi.

      1. Faktor-Faktor Produksi

      Faktor-faktor produksi adalah :
      1. Sumber daya alam (SDA);
      2. Sumber daya manusia (SDM);
      3. Model
      4. Kewirausahaan

      2. Tujuan Ekonomi

      Tujuan ekonomi adalah bagaimana menggunakan faktor-faktor produksi atau pendapatan tertentu agar memberikan kepuasan dan kemakmuran maksimal kepada individu dan masyarakat.

      3. Persoalan Ekonomi

      Ada beberapa persoalan yang mesti dicari pemecahan persoalannya, yaitu :
      1. Barang dan jasa apa yang seharusnya dibuat (what);
      2. Bagaimana memproduksi barang dan jasa tersebut (how); dan
      3. Untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi (for whom).

      Ciri-Ciri Perusahaan

      Subuah perusahaan harus memperhatikan hal berikut :
      1. Operatif = Perusahaan harus selalu ada kegiatan
      2. Koordinatif = harus bekerjasama satu sama lainnya
      3. Reguler = ada peraturan yang harus ditaati
      4. Dinamis = Selalu ada ada kemajuan
      5. Formal = selalu berbentuk organisasi
      6. Lokasi = tempat perusahaan berada
      7. Pelayanan bersyarat = membedakan sesuai kapasitas konsumen seperti pada tiket ada kelas ekonomi ada kelas VIP dll.

      Tujuan Perusahaan

      Ada dua hal tujuan perusahaan, yaitu :
      1. Tujuan Ekonomis
      2. Tujuan Sosial

      Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

      • Kepada pemilik modal/investor
      • Kepada lembaga penelitian
      • Kepada pekerja/karyawan
      • Kepada konsumen
      • Kepada Distributor
      • Kepada masyarakat
      • Kepada pemasok
      • Kepada pesaing

      Lingkungan Perusahaan

      • Lingkungan Eksternal
      • Lingkungan Internal

      Lingkungan Eksternal Makro

      • Alam
      • Politik
      • Hukum
      • Ekonomi
      • Teknologi
      • Sosial dan Budaya
      • Demografi
      • Hubungan Internasional

       Lingkungan Eksternal Mikro

      • Pemasok
      • Perantara
      • Teknologi
      • Pasar

      Lingkungan Internal

      • Tenaga Kerja
      • Peralatan dan Mesin
      • Permodalan
      • Bahan Mentah
      • Sistem informasi dan administrasi

      Fungsi-Fungsi Perusahaan (1)

      1. Fungsi Operasi
      • Pembelian dan produksi
      • Pemasaran
      • Keuangan
      • Personalia
      • Akuntansi
      • Teknologi informasi
      • Hukum dan humas

      1.  Fungsi Manajemen
      • Planning
      • Organizing
      • Actuating
      • Controling

      Kesimpulan

      1. Orientasi ekonomi adalah memenuhi kebutuhan manusia.
      2. Masalah ekonomi adalah bagaimana memenuhi keinginan manusia yang tidak terbatas dengan faktor produksi yang terbatas.
      3. Namun dengan keinginan manusia yang tidak terbatas roda ekonomi tetap berputar.

      Rabu, 05 Oktober 2016

      Contoh Iklan yang Tidak Beretika

      Salah satu contoh masalah etika bisnis yang marak pada iklan di televisi, seringnya iklan A*E Parfume muncul di televisi dengan alur cerita yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di Indonesia. Dengan alur cerita seorang memakai parfume, tiba-tiba ada seorang wanita jatuh dari langit. Dalam alur cerita wanita itu, sebagai malaikat yang tertarik dengan pria yang memakai parfume.
      Dalam iklan itu menggabarkan cerita yang berbau erotisme, dimana pria yang memakai parfume itu didatangi oleh beberapa malaikat dengan pakain yang sangat vulgar. Dalam adegan vulgar lainnya, adanya malaikat yang mencium badan pria yang sedang tidur, dan disebelahnya ada malaikat yang sedang mandi dan bermain busa sabun. Iklan ini berdurasi selama 1, 46 menit, pada akhir tayangan iklan ini tertulis, pernyataan “Mau kencan dengan mereka”.
                 
      Pembahasan kasus
      Dalam kasus iklan ini, pembuat iklan A*E Parfume telah melanggar peraturan-peraturan dan prinsip-prinsip dalam perundangan periklanan. Dimana dalam alur cerita iklan ini telah melakukan pelanggaran dengan melakukan eksploitasi erotisme ditelivisi ataupun media publik dan dalam penayangannya tidak diatur. Dimana membawa dampak negatif bagi kalangan yang belum dewasa jika mensaksikan iklan tersebut.


      Kesimpulan
      Pada kasus iklan A*E Parfume, membuktikan bahwa telah terjadi pelanggaran dalam proses promosi serta melanggar hak-hak konsumen mengenai hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen. Dimana eksploitasi erotisme disiarkan di televisi, dan tidak diatur penayangannya, sehingga pemirsa yang masih dibawah umur akan dapat menerima dampaknya.

      Saran
      Untuk kedepannya produk iklan parfume A*E tersebut bisa lebih memikirkan tema iklan yang menarik tidak mengandung unsur erotisme bagi yang menyaksikannya, juga memperhatikan waktu penayangannya, iklan menarik harus dipikirkan tetapi nilai-nilai kesopanan tetap harus diperhatikan.


      sumber: http://iklantidakberetika.blogspot.co.id/